![]() |
| Bakteri Dijadikan Komputer? |
Tantangannya adalah membuat setumpuk kue dadar yang
bagian atasnya mengilap keemasan dari berbagai ukuran wajan kue dadar;
masing-masing salah satu sisinya gosong. Kue-kue dadar itu ditumpuk mengerucut
ke atas, dari yang paling besar di bagian bawah sampai yang paling kecil di
bagian puncak.
Anda hanya boleh menggunakan satu spatula untuk membalik
bagian atas kue-kue dadar. Proses matematikanya adalah bagaimana menyortir
tumpukan itu dengan sesedikit mungkin membalik spatula.
Selain itu, agar matematikawan manusianya semakin lapar,
masalahnya berkembang tak terkendali secara eksponensial. Untuk enam kue dadar
ada 46.080 cara yang mungkin dilakukan, untuk 12 kue dadar ada 1,9 triliun cara
menumpuk.
Komputer E.coli ini berbeda dengan komputer biasa. Ya, bakteri
memang tidak bisa secara fisik membalik kue dadar, karena itu si bakteri
menjadikan bagian DNA-nya sebagai kue dadar simulasi, dengan bagian-bagian DNA
dibalik untuk menyembunyikannya dari antibiotika pembunuh: dibiarkan hidup jika
memberikan jawaban yang benar, dan mati jika jawabannya salah. Sebagai spatula
digunakan protein yang disebut flagellin. Protein ini diambil dari bakteri
salmonella dan disuntikkan ke bakteri E coli.
Karena jutaan komputer bisa dimasukkan dalam setetes air,
maka isu penskalaan tidak akan muncul kalau bakteri tersebut sudah bisa
melakukan penghitungan. Namun saat ini bakteri E.coli hanya bisa menemukan cara
menyortir dua kue dadar.
Kabar tentang komputer dari bakteri E.coli ini adalah
kejadian kedua. Sebelumnya, bakteri E.coli pernah dijadikan komputer, yakni
sebagai sensor fotosensitif de facto untuk menghasilkan image monokrom 100
megapixel per inci persegi.

0 Comments